Andai Akulah Yang Kau NikahiKau akan mendapatiku sebagai istri yang patuh padamu
Menjadi sahabat terbaikmu dalam menapaki jalan kesempurnaan
Menjadi pelipur dikala lara yang kau rasa
Menjadi satu-satunya teman tempatmu mencurahkan asa, keluh dan bahagia yang kau punyaAku akan menjadi perempuan, yang apabila kau pandang, kesejukanlah yang menyelusup di relung hatimu
Senyuman dan sapaankulah yang mampu mendamaikan dan menentramkan jiwamu,
Kapanpun itu
Baik ketika kau hendak berangkat ke medan dakwahmu,
Maupun ketika kau pulang beserta penat yang kau bawa dari sana.
Andaikan akulah yang kau miliki
Aku akan senantiasa merendahkan suaraku,
Akan kupelankan intonasinya
Dan dengan lemah lembut aku akan menjawab setiap pujian yang kau lontarkan dengan sebaik-baik sanjungan yang pantas kau dapat.
Kau adalah seorang suami yang mengagumkan,
Sehingga aku merasa bahwa setiap sanjungan yang pernah terkata oleh seorang istri terhadap suaminya di belahan bumi manapun,
akan selalu pantas untuk ku ucapkan pula sebagai sanjungan untukmu.
Dan kaupun tersenyum, karena cinta kita terikat semakin erat.
Aku memang bukanlah perempuan yang sempurna.
Namun di matamu,
Aku adalah permata dari rumah yang kita tinggali bersama
Aku adalah simbol kemawaddahan rumah tangga kita
Aku adalah kehormatanmu
Dan kau bangga memiliki seorang istri sepertiku.
Andaikan memang kita benar-benar berjodoh
Kita akan bisa saling menerima
Kekurangan, bahkan cacat ataupun aib yang kita temukan setelah berumah tangga,
Pantang untuk kita ucapkan pada yang lain,
Jika Rosululloh SAW mengumpamakan aku sebagai pakaianmu, dan kau sebagai pakaianku, maka kabar dari beliau tersebut akan benar tercipta di keseharian kita
Karena aku adalah kehormatanmu, dan kau adalah kehormatanku
Pada tahun pertama pernikahan kita,
Insyaallah akan ada anak yang kau damba
Ia adalah pelengkap dari kebahagian yang selama ini kita rangkai
Seperti yang kau mau, anak pertama adalah anak laki-laki
Yang kau cita-citakan untuk bisa membuatnya menjadi anak yang hebat
Menjadi anak yang di usia tujuh tahun telah mampu Shalat seperti tuma’ninahnya orang dewasa
Menjadi anak yang di usia tujuh tahun, kita berdua targetkan untuk sudah hafidz juz ‘Ama
Menjadi anak yang di usia tujuh tahun sudah mengerti dinamika keseharian orang tuanya
Menjadi anak yang di usia tujuh tahun sudah bisa menguraikan apa yang ia cita-citakan
Menjadi anak yang di usia tujuh tahun memahami bahwa cita-cita kita terhadapnya akan ia wujudkan
Cita-cita untuk menjadi orang hebat
Untuk menjadi seorang yang berkontribusi besar dalam syiar dan dakwah
Namun seandainya Allah mengaruniakan anak perempuan dahulu, kau tak kan kalah bahagia
Karena apa yang telah kau cita-citakan
Akan kau terapkan untuk semua anak-anakmu, laki-laki ataupun perempuan,
Dua, tiga, empat atau lima bahkan lebih…
Kita akan bekerja sama untuk menjadikan mereka anak-anak yang hebat.
Andai akulah yang kau nikahi
Aku akan senantiasa memperhatikan apa-apa yang kau suka dan apa-apa yang kau tidak suka
Kesukaanmu akan menjadi sesuatu yang aku suka pula
Tahu lumat ekstra bawang,..
Kopi ABC moca…
Semua jenis pisang kecuali pisang Ambon…
Lagu-lagu Edcoustic…
Kemeja biru favoritmu…
Jam tangan yang selalu ada di lenganmu…
Buku khas bacaanmu…
Bintang dan tokoh kegemaranmu…
Akan selalu ada dalam ingatanku…
Kita akan saling memahami,
Ketika kau hendak berangkat ke medan juangmu
Pakaian yang hendak kau pakai akan telah tersedia rapi
Lengkap dengan dasi favoritmu
Aku sendiri lah yang akan memakaikan dasi itu,
Jika lehermu terlalu tinggi untuk ku gapai,
Maka aku akan meninggikan tumitku, dan kadang kaulah yang dengan rendah hati merendahkan posisimu
Hingga pandangan kita bermuara di satu titik
Dan kaupun berangkat dengan kemesraan yang kupersembahkan
Hal itu akan berlangsung setiap pagi
Setiap hari kecuali hari libur
Karena di hari libur akan ada lebih banyak kemesraan antara kita…..
Meskipun demikian, kita tak kan pernah bosan dengan kebiasaan itu karena aku adalah perempuan cerdas yang akan selalu berinovasi untuk selalu membuatmu bahagia
Oh ya,, aku hampir lupa…
Aku sangat bahagia karena kau mengijinkanku berkarir mendampingimu
Kita akan berangkat bersama, berboncengan bersama
Sepanjang perjalanan kau tidak banyak bicara
Karena kau tahu bahwa aku senang banyak bercerita tentang berbagai strategi yang hendak aku lakukan,
Dalam dakwah, syiar serta caraku mengajari murid-muridku
Kau akan mendengarkan ceritaku dengan cermat
Dan kau akan memberikan masukan untuk menyempurnakan niatku
Kadang pula kau melontarkan kritik
Dengan bijak kau sampoaikan tanpa menyinggung perasaanku
Baru setelah aku berhenti bercerita…
Kau mulai menggambarkan apa yang ingin kau lakukan hari itu
Aktivitasmu, persiapanmu, dan target apa yang ingin kau raih masa itu
Kau memang suami yang pengertian
Aku akan pulang lebih awal dari padamu
Karena aku ingin menyambutmu ketika kau pulang nanti
Jika kau pulang,
Aku akan membukakan pintu dan tersenyum mesra padamu
Kuringankan bawaanmu, tasmu, dan kubukakan sepatumu
Kau berebah di ruang tamu
Sejenak ku bawakan air putih,
Jika ada, aku akan buatkan jus jeruk atau minuman dingin lainnya
Kaupun menyanjungku. Aku juga membawa makanan ringan kesukaanmu
Dan kusediakan air hangat untuk kau mandi
Setelah itu aku akan bertanya padamu apa yang kau ingin lakukan,
Apakah makan ataukan beristirahat terlebih dahulu?
Jika kau ingin makan terlebih dahulu,
Aku yang akan menemanimu dan duduk tepat disampingmu
Kau akan sangat menyukai masakanku
Karena aku faham seleramu
Jika kau hendak beristirahat terlebih dahulu,
Kau akan dapati kamar kita sebagai tempat peristirahatan terbaik
Aku menatanya sesuai seleramu
Kau tak kan bisa beristirahat dengan kebisingan
Maka aku akan mematikan alunan music yang tadi sempat aku nyalakan meski itu music favoritmu, lagu ‘Sebiru Hari Ini’ sekalipun
Ketulusan cintalah yang membuat kita bahagia
Meski tak dipungkiri pula bahwa kita membutuhkan materi
Untuk investasi masa depan anak-anak kita
Kita hidup sederhana saja
Tidak berlebihan namun berkecukupan
Kau akan mengajariku banyak hal tentang agama
Inisiatifku untuk mengirimi tetangga kita sebagian rizki yang kita punya
Kau senantiasa mendukungnya
Kau selalu memintaku menyisihkan uang belanja untuk bersedekah tiap bulannya
2,5 % dari penghasilan dengan setia kita simpan
Di akhir bulan kita buka dan kita berikan pada masyarakat miskin sekitar kita
Ada pengecualian di bulan Ramadhan,
Yang akan kita sisihkan adalah 5% atau 10%
Sebagai santunan untuk yatim atau rumah dhuafa di sekitar kita
Kita bahagia melakukannya bersama

Orang tuamu adalah orang tuaku
Dan orang tuaku adalah orang tuamu
Aku akan sangat menyayangi kakakmu, iparmu, adik-adik perempuanmu
Dan kaupun sangat menyayangi ketiga adikku
Jika aku hendak berkirim hadiah berharga seratus ribu untuk ayahku,
Maka Insyaallah aku akan melakukan hal serupa pada ibumu
Namun akan ku dahulukan orang tuamu, karena kau selalu mendahulukan kepentingan orang tuaku.
Andai kita akhirnya halal tinggal seatap
Rumah kita akan benar-benar menjadi madrasah terbaik buat kita, buat putra-putri kita
Kau adalah seorang yang berilmu dan aku adalah perempuan yang cerdas
Banyak hal yang belum ku tahu
Dan kaulah yang akan mengajariku
Karena Kau adalah imam yang terbaik
Bagi kita, amalan sunnah mu’akad menjadi program yang kita agendakan setiap harinya
Puasa senin kamis kita dawamkan,
Dan Setiap malam kita berjama’ah mendirikan shalat Qiyamullail,
Kau selalu bangun lebih awal untuk membangunkanku
Aku membuka mata berkat kecupan mesra darimu
“Selamat pagi bidadariku sayang…, katakan kau mencintaiku dini hari ini”
“Aku mencintaimu suamiku… dan aku bahagia menjadi istrimu”
Sejenak kita bergegas mengecup anak kita
Dan berkata “Nak, ayo kita solat tahajud, agar Alloh selalu bersama kita dan meridhoi kita”
Anak-anak kita akan terbiasa dengan kecupan itu dan shalat malam yang kita tegakkan bersama
Kita amat berharap keridhoan Allah untuk mengumpulkan kita di syurga nanti.
Andaikan benar ternyata akulah yang kau nikahi
Kau akan mendapatiku tidak keluar rumah tanpa izinmu
Kau akan mendapatiku amat memesonakanmu
Dengan wewangian yang kau suka
Aku akan tampak di hadapanmu dengan gaun yang indah yang kau senang untuk memandangnya
Detak jantungku akan selalu dekat dengan detak jantungmu ketika kita sedang bersua
Nafasku akan selalu dekat dengan nafasmu ketika kita sedang bercanda,
Menyanjung adalah kebiasaanmu,
Membalas dengan kemesraan adalah kebiasaanku
Kau akan lupa dengan kesedihanmu dan kau bisa berpikir tenang ketika kita saling bertukar pikiran
Kau akan menemukan solusi dari jawaban atas pertanyaan yang kau berikan
Dan aku akan selalu cermat dalam menanggapi ungkapanmu
Kau akan merasa dihargai karena memang aku sangat menghargaimu
Kau akan merasa diistimewakan karena kau memang istimewa buatku
Kau tak kan pernah menyesal memilihku sebagai istrimu..
Kau tak kan pernah kecewa aku sebagai ibu dari anak-anakmu...Kau akan selalu bahagia bersamaku
Karena pedih dan masalah yang menimpa kita dan keluarga kita,
Akan kita kemas menjadi sebuah tantangan hidup yang menyenangkan dengan kita arungi bahtera bersama.
Aku akan melayanimu
Dan aku adalah pelayan terbaik untukmu..
Bila kau sukses, orang akan tahu bahwa akulah yang ada di disampingmu dan menjadi inspirasi buatmu
Aku menjadi bagian dari kesuksesanmu
Dan ketika aku sukses dengan berbagai cita yang ku damba,
Maka kaulah sebenar-benar mitra dalam mewujudkan pengharapanku
Andaikan aku yang menjadi istrimu..
Jangankan talaq,
Membentakku saja kau tak kan pernah melakukannya
Karena aku begitu berharga untukmu
Dan kau sangat mengasihiku
Karena aku adalah pelipur dikala kau sedih…
Karena aku tidak pernah menyakitimu dan mengecewakanmu…
Dan andaikan aku benar-benar menjadi pendamping hidupmu…
Tak kan kutulis ungkapan hati ini
Tak akan pernah kukatakan “ Andai akulah yang kau nikahi”
Karena judul itu terkata tatkala benar-benar tidak terjadi
Tatkala benar-benar tek terjangkau…
Sementara aku akhirnya benar-benar kau miliki dan kau nikahi…..
0 komentar:
Posting Komentar